Book Appointment Now
Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Permanen serta Cara Merawatnya dengan Baik
Kalau kamu mengira gigi cuma sekadar “gugusan putih di mulut” buat ngemil dan senyum manis ala selebgram, siap-siap dapat pelajaran seru tentang perbedaan gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu bukan sekadar “tempelan sementara” yang akan diganti ketika sudah besar, tapi punya peran penting yang harus kamu tahu. Agar anak-anak nggak bingung saat giginya copot dan orang tua pun nggak stres soal perawatan, kita kupas tuntas perbedaan kedua jenis gigi ini beserta cara merawatnya agar gigi tetap kuat menghadapi segala tantangan — mulai dari es krim sampai soda manis.
Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Permanen
- Jumlah Gigi
Gigi susu berjumlah 20 buah, seperti tim kecil yang lucu dan rapuh. Sedangkan gigi permanen berjumlah 32, lengkap dengan gigi geraham bungsu yang kadang membuat drama. Gigi permanen adalah tentara lengkap yang siap bertugas seumur hidup, asalkan dijaga dengan benar. - Masa Tumbuh dan Umur Pakai
Gigi susu mulai muncul sekitar usia 6 bulan, tanda kamu siap makan bubur! Gigi susu akan tanggal satu per satu sekitar usia 6-7 tahun. Gigi permanen mulai tumbuh saat usia 6 tahun dan harus bertahan seumur hidup, jadi rawatlah dengan serius. - Bentuk dan Ukuran
Gigi susu lebih kecil dan ramping, seperti cupcake mini yang menggemaskan. Gigi permanen lebih besar dan gagah. Meski kecil, gigi susu memegang peranan penting sampai waktunya diganti. - Warna Gigi
Gigi susu lebih putih mengilap karena enamel-nya tipis, seperti lapisan salju. Gigi permanen sedikit lebih kuning karena enamel tebal dan lapisan dentin yang lebih terlihat. - Lapisan dan Ketahanan
Gigi susu lebih rentan berlubang karena enamel dan dentin tipis, jadi perlu perawatan ekstra. Gigi permanen lebih kuat dengan enamel tebal, tapi tetap harus dirawat agar tidak rusak. - Akar Gigi
Akar gigi susu pendek dan tipis sehingga mudah tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Sebaliknya, gigi permanen memiliki akar yang panjang dan kuat untuk bertahan hingga usia lanjut, dengan perawatan yang tepat. - Fungsi Gigi
Selain untuk mengunyah, gigi susu membantu anak berbicara dan menjaga ruang agar gigi permanen tumbuh rapi. Gigi permanen menjadi alat utama makan sepanjang hidup.
Cara Merawat Gigi agar Tetap Sehat
- Rajin Membersihkan: Sejak gusi bayi masih merah, bersihkan dengan kain kasa lembap. Setelah gigi tumbuh, sikat dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut.
- Pilih Pasta Gigi Sesuai Usia: Untuk anak di bawah 3 tahun, pasta gigi secukupnya sebesar butiran beras. Anak yang lebih besar bisa menggunakan lebih banyak sesuai usia. Ajarkan untuk meludah, bukan menelan pasta gigi.
- Batasi Camilan Manis: Kurangi makanan dan minuman manis seperti permen lengket, soda, dan susu manis sebelum tidur, agar gigi tidak cepat berlubang.
- Kebiasaan Baik: Biasakan minum air putih setelah ngemil dan hindari kebiasaan mengisap jempol atau dot terlalu lama untuk mencegah gigi tumbuh tidak rapi.
- Periksakan ke Dokter Gigi: Bawa anak ke dokter gigi sejak gigi pertama muncul dan lakukan kontrol rutin tiap 6 bulan. Dokter bisa memberikan fluoride atau sealant untuk perlindungan ekstra.
- Tanggapi Masalah Gigi dengan Cepat: Segera obati gigi berlubang pada gigi susu agar tidak mengganggu pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi permanen sakit atau goyang, segera konsultasikan dengan dokter.
Kesimpulan
Gigi susu dan gigi permanen memang berbeda dari segi jumlah, bentuk, warna, dan fungsi, tapi keduanya sama-sama membutuhkan perhatian dan perawatan yang baik. Gigi susu bukan hanya sementara, tapi fondasi penting untuk masa depan kesehatan gigi permanen. Merawat kesehatan gigi sejak dini adalah investasi jangka panjang yang membuahkan senyum sehat, kemampuan mengunyah nyaman, dan percaya diri tanpa rasa takut bau mulut.
Sekarang, sudah siap jaga gigi kamu dan si kecil dengan baik? Yuk, mulai rutinitas sikat gigi yang benar dan buat senyum kamu selalu bersinar! 🦷😁

